Rabu, 19 Oktober 2011

Urgency P3K Di Perusahaan




I.          Pendahuluan
Sumber daya alam yang dimiliki indonesia sangat berlimpah, salah satu  diantaranya adalah minyak bumi, gas alam, batubara dan masih banyak jenis yang lain. Hal ini yang menjadi pemicu bagi investor asing maupun anak bangsa untuk mencoba memanfaatkanya  dengan mendirikan perusahaan-perusahaan untuk mengekplorasi tambang-tambang yang ada, supaya dapat dipergunakan untuk keperluan dalam negeri maupun untuk ekspor.
Eksplorasi tambang membutuhkan banyak element yang terlibat demi kelancaran dan kesuksesan dalam proses pengelolaanya. Peralatan berat, tehnologi mutakhir kadang didatangkan demi memuluskan tujuan ekslporasi tersebut. Terpenting lagi adalah Sumber Daya Manusia yang merupakan aset yang sangat berharga dan tidak pernah bisa tergantikan bagi perusahaan.
Keselamatan dan Kesehatan kerja  bagi karyawan merupakan hal yang harus dipenuhi oleh perusahaan karena hal ini juga memang telah diatur di perundang-undangan di republik ini.
Lokasi penambangan sering kali terletak didaerah terpencil yang jauh dari sarana kesehatan, hal ini yang bisa menyulitkan dalam melakukan pertolongan pertama kepada karyawan yang mengalami kecelakaan kerja. Keberhasilan penyelamatan terhadap korban di tentukan oleh kecepatan menemukan korban dan ketepatan dalam melakukan pertolongan pertama. Hampir 85% kegagalan dalam menolong korban adalah terjadi di fase pra rumah sakit,  korban meninggal saat di lokasi atau saat dalam perjalanan menuju klinik perusahaan atau rumah sakit. Hal ini disebabkan karena salah dalam melakukan tindakan pertolongan pertama. Korban yang tidak mendapat tindakan segera setelah ditemukan akan mengalami kematian, ataupun segera dilakukan tindakan setelah ditemukan tetapi dengan cara yang salah juga daat menyebabkan kematian atau bahkan kecacatan.
Tindakan preventif,  promotif dan antisipatif sangat perlu dilakukan oleh perusahaan untuk meminimalisir bahkan mencegah terjadinya kecelakaan kerja. Membekali karyawan dengan Pelatihan Firs Aid Training ( Pelatihan Pertolongan pertama) merupakan sebuah keharusan mengingat pentingnya peran karyawan di sebuah perusahaan yang tidak tergantikan.  Semakin banyak karyawan yang memahami cara pertolongan pertama akan semakin baik bagi perusahaan untuk menjaga karyawanya tetap produktif.




II.        System  Pertolongan Pertama korban di Site

Pertolongan pertama tidak hanya ditentukan oleh kecepatan korban ditemukan  atau kecepatan  dilakukan tindakan, tetapi harus ada sebuah sistem yang terbangun dengan baik.
Komponen-komponen sistem pertolongan pertama korban :
1.       Alarm Centre ( Pusat Informasi )
Alarm center peranya sangat vital, karena merupakan tempat mengumpulkan informasi dari berbagai sumber( departemen) kemudian harus mampu mencatat dan memastikan keakuratan informasi tersebut serta mendistribusikan informasi tersebut ke bagian yang berkaitandengan tepat dan akurat.
 Kesalahan dan ketidakakuratan dalam mengolah serta mengumpulkan  informasi akan berakibat ketidaktepatan dalam memberikan informasi sehingga selanjutnya akan berdampak terhadap kesalahan dalam penyelesaian akhir.
Alat-alat komunikasi :
ü  Telepon
ü  Radio komunikasi (RIG)
ü  Handy Talky ( HT )
ü  White Board
ü  Spidol Penghapus
ü  Dan lain-lain

2.       Sarana Kesehatan
Keberhasilan pertolongan korban selanjutnya betumpu kepada kelengkapan dan kesiapan sarana kesehatan yang dimiliki oleh perusahaan tersebut .
a.       Klinik perusahaan
Ini merupakan terminal pertama untuk korban mendapatkan pertolongan lanjutan setelah dari tempat kejadian. Keberhasilan pertolongan yang dilakukan berkaitan erat kelengkapan peralatan dan sumber daya manusia yang tersedia.
1) .  Peralatan & Obat-obatan  :
a)      Emergency Kit
o   Alat Airway
·         OPA ( Oropharingeal Airway )
·         NPA ( Nasopharingeal Airway )
·         Mouth Gag
·         Tongue spatel
·         Magil Forcep
·         Pinset Anatomis
·         Pinset Cirurgis
·         Suction Manual
·         Canul suction soft
·         Canul suction rigit
o   Alat Breathing
·         Nasal Canul
·         Reabreathing Mask
·         Non reabthiting Mask
·         Pocket mask
·         Bag Valve Mask
·         Canul Baging
o   Alat Circulation
·         Cairan ringer Laktat
·         Cairan Nacl 0,9%
·         IV Catheter no 14
·         IV Catheter no 16
·         IV Catheter no 18
·         IV Catheter no 20
·         IV Catheter no 22
·         IV Catheter no 24
·         Infus Set
·         Kassa gulung 5 cm
·         Kasa gulung 10 cm
·         Plester
·         Microfore
·         Alkohol
·         Betadin
·         Blood Set
·         Stuing
·         Gunting Verban
·         Gunting Jaringan
·         Spuit 3 cc
·         Spuit 5 cc
·         Spuit 10 cc
·         Spuit 20 cc
·         Spuit 50 cc
o   Alat Disability
·         Pen Light
·         Hamer
o   Alat Eksposure
·         Selimut
·         Gunting Baju
o   Alat Folley Catether
·         Catheter
·         Jelly
o   Alat Gastri Tube
·         NGT
·         Spuit 50 cc
o   Obat-obat Emergency
·         Adrenalin / Epineprin
·         Lidocain
·         Dexametason
·         Avil
·         Amiodarone
·         Aminophilin
b)      Alat-alat Evakuasi & Stabilisasi
o   Long Spine Board ( LSB )
o   Short Spine Board  ( SSB )
o   Scoop Streacher
o   Tandu
o   Vacum Matras
o   Basket Streacher
o   Kendrik Ekstrikasi Device ( KED )
o   Bidai Kayu
o   Air Splint
o   Vacum Splint
o   Traction Splint
o   Mitela
o   Sling
c)       Ruang Periksa ( Observasi )
o   Brankar ( tempat tidur pasien )
o   Tiang Infus
o   Lemari Obat
o   Tempat cuci tangan
o   Minor set
o   Suction elektrik
o   AED ( automatic eletrical Defibrilation )
o   Cairan Infus
o   Bak Sampah
o   Meja Periksa
o   Lampu Sorot pasien
o   Obat-obatan
o   Hanscoon
o   Masker
d)      Alat-alat lain
o   Laken
o   Stik Laken
o   Tensimeter
o   Stetoscop
o   Timbangan Dewasa
o   Timbangan bayi
o   Tabung Oksigen
2) . Sumber Daya Manusia
a)      First Responder
Orang awam yang dilatih untuk melakukan pertolongan pertama pada korban. Keberhasilan dalam melakukan tindakan pertolongan pertama pada korban akan menentukan tingkat cedera atau kesembuhan dari korban. Respons time sangat berharga untuk keselamatan korban, karena korban yang henti nafas dan henti jantung dalam waktu 4 sampai 6 menit tidak dapat pertolongan akan meninggal. Hal ini terjadi karena sel-sel otak sudah tidak bisa bertahan  untuk  tetap  hidup karena cadangan oksigen sudah menipis bahkan habis.
Jika korban sudah memasuki kematian biologis, ini akan memengaruhi keberhasilan dalam penyelamatan, karena sel-sel otaknya ireversible untuk kembalikan fungsinya seperti semula. First  Aid Training ( FAT ) sangat diperlukan untuk orang-orang awam, karena akan menentukan kondisi korban.
Kemampuan dasar yang harus dimiliki orang awam dalam memberikan pertolongan pertama antara lain :
ü  Call For Help ( Kemampuan meminta tolong )
ü  Resusitasi Jantung paru
ü  Balut Bidai
ü  Evakuasi dan stabilisasi korban
ü  Initial asessment ( penilaian korban )
ü  Triage ( mengkatagorikan korban )




b)      Paramedik
Seorang profesional yang telah menyelesaikan pendidikan dibidang keperawatan.  Selain pendidikan formal juga semestinya memiliki pelatihan-pelatihan lain yang bisa menunjang keahlian danketerampilan bagi petugas paramedik.
Ideal Jumlah petugas paramedik dalam satu shif adalah 2 orang.  Ini berkaitan dengan saat terjadi Trauma atau kecelakaan kerja pada karyawan, tidak bisa dilakukan penanganan oleh satu orang paramedik, karena ada tindakan-tindakan yang diharuskan dilakukan oleh beberapa orang.
Pelatihan minimal yang harus dimiliki oleh petugas paramedik adalah :
ü  BTCLS ( Basic Trauma and Cardiak Life Support )
ü  Hyperkes

c)       Dokter
Adalah seseorang yang telah menyelesaian jenjang pendidikan dalam waktu tertentu yang telah ditetapkan oleh organisasi profesi kedokteran. Aspek legalitas dari seorang dokter diperlukan karena mereka diberikan mandat oleh undang-undang untuk melakukan tindakan medis terhadap pasien.
Pelatihan – pelatihan yang mesti dimiliki :
ü  ATLS ( Advance Trauma Life Suport )
ü  ACLS Advance Cardiac Laife Suport )

3) . Perlengkapan Administrasi
Fungsi Supporting system juga tidak kalah penting, karena termasuk dalam rangkaian kegiatan pekerjaan. Pelaporan serta dokumentasi dari tindakan yang telah dilakukan harus di simpan dengan baik dengan didukung dengan sarana yang memadai.
Peralatan-peralatan yang diperlukan :
ü  Komputer
ü  Printer
ü  Kertas HVS
ü  Bolpoin
ü  Spidol
ü  Meja kerja
ü  Kursi kerja
ü  Kartu pasien
ü  Binder
ü  Plastik obat
b.      Ambulans
Transportasi yang tersedia juga menjadi penyumbang kesuksesan atau kegagalan dalam melakukan pertolongan korban. Sebagian besar korban kecelakaan meninggal karena salah dalam memilih alat transportasi, ini terjadi karena korban-korban tersebut mendapat tambahan cedera dari alt tranportasi yang salah.
Ambulans merupakan salah satu alat transportsi yang harus tersedia untuk mengangkut korban yang mengalami kecelakaan kerja, sampai saat ini paradigma yang masih melekat di masyarakat tentang ambulans adalah hanya sebatas alat untuk membawa korban saja atau alat untuk mengangkut jenazah.
Standar ambulans yang harus dipenuhi untuk keperluan pertolongan kasus-kasus emergency :
ü  Brankar ( Streacher )
ü  Emergency Kit
ü  Long Spine board ( LSB )
ü  Scoop Streacher
ü  Tabung Oxigen
ü  KED ( Kendrik Extrikasi Device )
ü  Neck Collar
ü  Head Stabilizer
ü  Spalk Kayu
ü  Vakum Splint
ü  Air Splint
ü  Suction Manual
ü  Suction Elektrik
ü  AED
ü  Monitor EKG

c.       Rumah Sakit Rujukan
Rumah sakit rujukan dibutuhkan ketika ada pasien yang tidak mampu ditangani di klinik perusahaan. Kerjasama dengan rumah sakit yang terdekat perlu dilakukan karena bisa menjadi tempat rujukan.      
                 
III.      Penutup
Tujuan tindakan pertolongan pertama bertujuan mengurangi angka kematian dan mencegah kecacatan.  System yang baik tidak bisa berjalan baik jika tidak di barengi dengan latihan atau simulasi.

1 komentar:

  1. Kepada Yth,
    Up.IMPORT DEPT/PURCHASING.
    Di Tempat,
    Perihal : JASA IMPORT UNDERNAME DAN DOOR TO DOOR

    Kami dari PT GLOBAL BARONA PERKASA yang bergerak dibidang jasa pengurusan EXPORT IMPORT by BANDARA SOETTA dan PELABUHAN Tanjung Priok.

    SERVICE
    1.JASA CUSTOMS IMPORT RESMI & BORONGAN,
    2.PENYEWAAN UNDERNAME/LEGALITAS IMPORT,
    3.IMPORT DOOR TO DOOR SERVICES,
    4.PENGIRIMAN INTERNATIONAL & DOMESTIC,
    Kami memberikan solusi dan tanggung jawab atas pekerjaan yang diberikan.

    PEMBAYARAN
    Saat Barang tiba di Indonesia/di gudang yang ditujukan.
    C O D.Jakarta

    Salam Sejatera
    PT GLOBAL BARONA PERKASA
    CHANDRA:c/p(wa).0813 1156 8484
    Office: Gedung AKA lantai 2 Room 212
    Jl.Bangka Raya No.2 Jaksel 12720 Indonesia
    Phone : 021-22716626(Hunting)
    Fax : 021-22716636
    E-mail: chandra.global84@gmail.com
    Email:info@pt-gbp.com
    www.pt-gbp.com

    BalasHapus